My Birthday


Make your own Countdown Clocks

Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Saturday, 5 October 2013

reciting a poem again! deklamasi sajak yo!

Oh when was my last post? Last year?

Hahahaha. 

Later at 6pm, I'll be reciting a poem/mendeklamasi sajak as one of the performers for Local Democracy Festival Penang launch + busking event. It'll be at Esplanade, on the sidewalk between Medan Selera Renong and the War Memorial. I'll be reading a poem I wrote two years ago after the Bersih 2.0 rally, titled 'Pancutan Sperma Asid'. Hehehe. So damn nervous now. The last time I recited a poem was 8 yrs ago! And for human rights prog like this, Special Branch officers are everywhere. Fuh! Nvm this is the chance for me to express my creative writing. nyeh nyeh nyeh. So come and have fun! There'll be other performances and sales too. =p

Thursday, 3 November 2011

democracy buried alive

Demokrasi sudah mati,
terkubur dalam-dalam
di dalam liang hahad.

Aku hak aku
Tapi hari ini
Kebebasan ku dirampas
Aku kalah menjadi diri sendiri
Aku diikat tali
Dipaksa mengikut apa kamu suka


Minoriti dipersenda
Yang kecil bilangannya dibuli
Tak pernah kau hormat 
Si kaum minoriti
Orang Asal dipijak
Kini LGBTIQ dilanyak

Kau manusia
Aku manusia
Siapa kau
Kau siapa
Untuk menghakimi aku

Sebaik-baik aku
Sejahat-jahat aku
Biar Tuhan yang tentukan
Bukan kau!

Aku berhak
Memilih cara hidup sendiri
Dan orientasi seks serta jantina sendiri.

It’s a sad thing that Seksualiti Merdeka Festival has just been banned by the police force.

What is wrong with the festival? If you don’t like, you don’t go. If you don’t agree with them, you don’t ban them and if you hate them, you can choose not to be friend with them.

It’s as simple as that.

Education has been politicized. Religion has been politicized. Now, sex and gender are being politicized.

This is my country, Malaysia.

Democracy has buried alive.

Democracy belongs to all.

I learnt in my religion, Pendidikan Moral, Pengajian Am, Pengajian Malaysia, 1 Malaysia and from the society to accept everyone for who they are. I learnt to respect and understand them.

There must be equal rights and human dignity not just for ourselves, but also for those who are different ie. straight, gay, lesbian, bisexual, intersex, transgender, asexual, unsure or simply fabulous.

Any festival that has to do with them is now illegal. I wonder will these people be arrested. Will these words (straight, gay, lesbian, bisexual, intersex, transgender, asexual) be censored from the press, tv and radio.

Will I be arrested for having them as my friends? Will I be arrested if I ever use those words.

I still believe this is a democratic country.

I hope I was wrong when I think that democracy has flushed away like the shit i just produced.


54 years of independence? Merdekakah kita?


I have no idea..

Saturday, 15 October 2011

hai FYP


Langsir ditutup rapi
Cahaya terik dilitupi
Bilik jadi gelap gelita
Kipas berpusing laju
Bagai diserang histeria
Sedap untuk tidur mati

Jam berdetik
Tiada tanda akan berhenti

Masa menyusur
Hati resah
Nafas sesak
Kerja berlambak

Tapi malas menguasai diri
Ku jadi pemarah dan moody
Bukan kehendak menjadi begini
Tapi ku lemah di sanubari

Penat mencari motivasi
Di mana kau inspirasi
Hilang kau diterminasi
Mana pergi..

Aku perlu berhenti berkasih
Berhenti berpacaran dengan teknologi
Diramas idea materialistik
Dan sepastik
Kembali ke dunia hakiki
Balik ke jalan
Menuju ke FYP

Biar yang pergi berlalu pergi
Usah diungkit kembali
Sedangkan pokok boleh bercambah lagi

Fotografi kau blah dari sini
Akan ku ceraikan mu
Kau menghancur konsentrasi ku
Takpe, kita masih boleh bermadu
Perkara lain-lain, letak ke tepi
FYP jadi prioriti

Bangunlah kau
Bangun

Akan ku bangun dari kerusi
FB kau berambus dari sini
Biar cahaya masuk ke mari
Biar kejahatan berlalu pergi
Biar otak bersih berseri
Biar ku setia pada mu FYP

Mai aku siapkan kau FYP
Officially starts malam ini
Susah akan ku harungi
Kalau tidak
Tiadalah graduasi

Sunday, 10 July 2011

Pancutan Sperma Asid (Bersih 2.0)

I was there at the Bersih 2.0 rally. I witnessed many things that you don’t get to read in newspapers, see in television or hear in radio. If this is real democratic country, let us have freedom of writing. This sajak is my expression. Don’t tell me what to say and what not so say. 


Pancutan Sperma Asid

Aku di sana
Berdiri megah dengan isteri
Digantung di leher kecil
Dibalutnya dengan kondom ungu dan putih
Khuatir dicemari sperma berasid

Hati berdebar menanti cekupan
Kaki meggeletar
Bersedia cabut melintang-pukang

Kemudian kau mara
Datang bagaikan ombak
Mara umpama orang hilang akalnya
Gila meraung-raung diserang hysteria

Langkah mu gagah
Menongkah arus kebangkitan rakyat
Di lautan demokrasi
Benteng perpaduan ummah dicerobohi
Kau maki-maki puki
Meneranjang laki-laki
Orang tua, kanak-kanak dan wanita
Pun tidak kau lepasi

Jentera tsunami mu menyerang liar
Trak merah mengganas menghala mereka
Masuk menyelam dalam semangat kuning
Yang berjalan menghayun chota dan baton
Yang gila memukul membabi buta

Lalu tanah merdeka digempar
Siren berkumandang
Gas pemedih mata ditembak-tembak
Meriam air masuk gelanggang
Kau memancut tanpa segan silu
Sperma-sperma asid mu melekat di sini situ
Puas kau memancut
Hilang segala rasa gian

Sperma-sperma asid mu cukup beracun
Yang celik menjadi buta
Rasa cili membakar mata
Cili paling pedas ku pernah rasa
Orang-orang menjadi ayam
Lari berkeliaran
Keluar dari reban

Kau melangkah gagah
Menongkah arus kebangkitan rakyat
Di lautan demokrasi
Benteng perpaduan ummah dicerobohi
Kau maki-maki puki
Meneranjang laki-laki
Orang tua, kanak-kanak dan wanita
Pun tidak kau lepasi

Yang aman kau binasakan
Yang haram kau halalkan
Yang betul kau salahkan
Yang baik kau jahatkan
Yang putih kau hitamkan

Jahanam kau si iblis bermuka manusia
Makan minum atas duit orang Malaysia
Tapi kau berkawat di jalanan
Buat macam tanah ini kau punya

Kelakuan mu bagai orang gasar
Mengagungkan yang jahil dan korup
Memalukan bangsa dan negara

Kau memperkosa keamanan negara
Dicabuli kau kehormatan mereka

Yang berjalan muhibah di tiang hak manusia
Keselamatan mereka kau nodai
Badan mereka kau pijak
Dipenyek-penyek
Direnyuk-renyuk

Kau memancut kau menembak
Sperma-sperma asid mu
Mencari-cari yang tidak berdosa
Kerana kau kotor
Kebersihan Bersih 2.0 menyilau mata mu

Kau
Si pancut yang batangnya tegar
Tegak memancut membabi buta
Air mani asid liar di udara
Merobek suara keramat gegak gempita

Puas kah anda
Melepas nafsu kebinatangan
Menikmati saat-saat pancutan

Melihat ku dan komrad-komrad lain
menanggung sakit derita
Gara-gara kerakusan kuasa mu
Sakit pedih gila lu tau kah


Nasib baik kami tidak mengandung
Dipancut dipercik disimbah sperma-sperma asid mu
Kalau pun benar
Pasti anaknya gugur


Terima kasih si pahlawan bangsat
Kau membuka mata Rakyat yang melihat
Warna sebenar kerajaan demokrat


Oh Chin Eng
Youth Ambassador of Amnesty International Malaysia
Saturday 10/7/2011

 *So, will i get arrested for this poem?

Monday, 13 September 2010

If Tomorrow Never Comes

If Tomorrow Never Comes
by Norma Cornett Marek (1989)
 
If I knew it would be the last time that I'd see you fall asleep,
I would tuck you in more tightly, and pray the Lord your soul to keep.
If I knew it would be the last time that I'd see you walk out the door,
I would give you a hug and kiss, and call you back for just one more.

If I knew it would be the last time I'd hear your voice lifted up in praise,
I would tape each word and action, and play them back throughout my days
If I knew it would be the last time, I would spare an extra minute or two,
To stop and say "I love you," instead of assuming you know I do.

So just in case tomorrow never comes, and today is all I get,
I'd like to say how much I love you, and I hope we never will forget.
Tomorrow is not promised to anyone, young or old alike,
And today may be the last chance you get to hold your loved one tight.

So if you're waiting for tomorrow, why not do it today?
For if tomorrow never comes, you'll surely regret the day
That you didn't take that extra time for a smile, a hug, or a kiss,
And you were too busy to grant someone, what turned out to be their one last wish.

So hold your loved ones close today, and whisper in their ear,
That you love them very much, and you'll always hold them dear.
Take time to say "I'm sorry," "Please forgive me," "thank you" or "it's okay".
And if tomorrow never comes, you'll have no regrets about today.

*Thanks for the inspiration Feli. I found this poem from your blog. Love you.

Tuesday, 7 September 2010

terasa rindu

tidak pernah aku meminta

tetapi perasaan datang menergah 

hiba di jiwa tiada siapa yang tahu

rasa rindu yang teramat sangat

pahit menusuk kalbu

benci malam yang diam membisu

sepi pilu di hati tidak terubat

perit di kala Raya menjelang

tatkala terkenang si dia yang dah pergi

hanya air mata menjadi teman

biar berpijak di realiti dan bukan fantasi

aku 

masih aku

aku

merindui mu..

 

*aih.. entah apa benda aku duk merepek!

Monday, 12 July 2010

my World Cup prediction

hahaha!

you guys have been listening to the Paul The Octopus too much.

n now we have the Mani The Parakeet aka Green Bird.

aduih..

how can we let these two creatures to rule us n predict our future!!

NO WAY!!

now..

Let me tell you wat Paul The Octopus and Mani The Parakeet cannot predict.

I, The OCE..

yes The Oce..

Predict that the entire world will freeze for the World Cup Final tonite for at least 1.5hours.

u wana know whether i can predict 4D number anot?

Yes i GUARANTEE you'll get 4 Ds in ur exam if u dun study.

tq.

Nyeh nyeh nyeh.

Tuesday, 1 June 2010

come ber-rhyme-rhyme

You suka, You baca.
You tak suka, You blahhh!

My photos you suka, you puji-puji.
My photos you tak suka, you diam-diam.

You mau i shoot pics, you book me.
Sudah shoot, you don't push me.

hhehe. rhyme tak??

Tuesday, 16 March 2010

Pantun (Keamanan)

Susah senang sama dirasa
Pahit manis ditelan bersama
Baik buruk sifat manusia
Bermaaf-maafan aman sentosa